"Sluku-sluku bathok, batoke ela-elo, si Romo menyang Solo, leh olehe payung mutho, makjenthit slololobah, wong mati ora obah, yen obah mendeni bocah, yen urip goleko duwit"
Salikku- salikku ...batok kepalamu Kepala menggeleng (dzikir) Lailaha ilallah Romo pergi ke Solo (untuk urusan dunia) Oleh-olehnya Payung Kematian (Pengayoman di kala wafat) Telunjuk kesaksian dan salam di akhir sholat Orang mati tidak bisa apa-apa Kalau bergerak sedikit saja anak kecil pada takut Andai bisa hidup kembali, suruh saja cari duwit banyak
Toh kenyataannya kematian itu ketidak berdayaan yang pasti Semua orang akan sampai pada kematian Keadilan Tuhan kepada semua makhluk yang hidup Entah itu kere dan lonte, entah itu sarjana atau raja
0 Komentar untuk "Piwulang sayekti dari tembang sluku bathok"